Lagu

Melihat Chocomelon dan Mungkinkah kita bisa disebut darurat lagu anak?

chocomelon

Mungkin belum pernah ada yang survey tentang ini, tapi saya yakin sebagian besar bapack-bapack yang punya anak dari rentang umur kurang dari setahun sampai 5 tahun akan lebih familiar dengan lagu anak dibanding dengan lagu seumurannya yang mungkin hanya bisa didengar dalam perjalanan naik mobil ke kantor, selebihnya kalau saya pribadi akan lebih akrab dengan lagu dari Chocomelon, Hey Kids, Mica and Friends atau Baba Lili Tata serta puluhan channel anak lain yang diputar sejak anak bangun tidur sampai tidur lagi. Iya benar, sueer.

Alasan untuk membeli smart TV pun tidak jauh-jauh agar lebih mudah mengakses lagu anak tersebut hanya dengan bantuan wifi, bahkan kalau dipersentase sejak dibeli TV tersebut di tahun 2020 bisa dihitung dengan jari berapa kali dipakai untuk menonton film atau sinetron bahkan jam tayang dari lagu anak tersebut di televisi kami mungkin kalau dipakai untuk verifikasi akun yutub bisa langsung bisa monetise, melebihi 4 ribu jam tayang.

Akan tetapi yang mengherankan sebenarnya satu hal, dari puluhan akun youtube dalam negeri yang berorientasi pada lagu anak saya melihat ada stagnasi kreatifitas dalam menciptakan lagu untuk anak-anak, karena yang didengar oleh anak saya saat ini lagunya sama dengan yang saya dengar pada waktu kecil, bayangkan dalam rentang 35 tahun tidak ada perkembangan yang berarti dalam menciptakan lagu anak, mungkin bisa kita jabarkan dari lagu Cicak di Dinding, Caca Marica, Naik-naik ke puncak gunung, kodok ngorek dan beberapa lagu lain yang lupa saya sebutkan lebih lanjut merupakan lagu yang sering saya dengar ketika menginjak masa kanak-kanak, tidak ada peningkatan.

Yang menjadikannya berbeda hanyalah pada animasi yang hadir pada lagu-lagu tersebut, semuanya saat ini sudah penuh animasi yang menarik, bahkan dengan warna yang sangat disukai oleh anak-anak yang memang pada seusia itu harus terbiasa dengan berbagai macam pola warna, walaupun dalam hal animasi masih sangat jauh dibandingkan dengan channel luar negeri dengan tampilan 4D yang ciamik seakan gambar yang ditampilkan tersebut sangat hidup.

Oleh karenanya saya pribadi lebih sering memutar lagu anak-anak dari luar untuk anak saya, bukan tidak nasionalis akan tetapi nada dan liriknya sudah membuat sangat saya terbiasa, bayangin aja dari kecil sehingga saya perlu nada lain dan anak saya juga. Pilihan saya sering pada Chocomelon karena dengan desainnya yang menarik dan sangat detil dalam warna apalagi lagunya tidak pernah saya dengar, hal ini terbukti dalam banyak lagu yang tampil di TV anak saya ketika menyaksikan Chocomelon pun lebih betah dibandingkan dengan channel lain yang biasanya ketika tidak betah akan mencari perhatian dengan hal lain. Anak saya bahkan ketika masih bayi di umur 5 bulan sudah dapat dengan jelas tertawa ketika adegan dalam lagu Black Sheep dombanya yang lari dan menabrak kaleng cat dan membuatnya menjadi warna biru yang merupakan hasil tumpahan cat.

Nada-nada lagunya yang enak serta penggambaran yang detil tersebutlah bahkan bisa membuat putri saya bisa menangkap dengan utuh bagaimana seorang serigala yang akan memakan babi dalam lagu Three Litle Pigs dan akan serta merta langsung berlari kearah saya atau ibunya ketika lagu tersebut muncul, penggambaran dalam lagu chocomelon yang baik itulah membuat anak saya mengerti dengan jelas.

Chocomelon juga menampilkan lagu-lagu dengan tujuan edukasi angka, tulisan, benda sampai dengan etika anak dalam bersosialisasi, hal ini terlihat walaupun menyanyikan lagu tentang bebek kecil yang terpisah dari induknya dalam Five Litle Duck, sang pembuat channel dengan baik menampilkan angka 1 sampai dengan 5 atau Dalam lagu lain bagaimana menjelaskan cara membuang sampah yang baik dan benar juga dengan baik mengajarkan Thank You ketika ditolong oleh orang lain atau Excuse Me ketika meminta orang lain menolong kita.

Akan tetapi, sebenarnya Lagu anak-anak barat juga tidak maju-maju banget dalam perkembangannya yang sama stagnannya dengan lagu anak dalam negeri, hal ini bisa dibandingkan dalam beberapa channel luar yang menampilkan lagu anak punya banyak kesamaan lagu dan tema keseluruhan, hanya berbeda di desain dan animasi saja, akan tetapi secara lagu dan lirik juga sama. Walaupun harus saya akui Chocomelon yang mempunyai banyak jenis lagi yang mirip dengan lagu yang sudah ada di channel lain, akan tetapi ternyata kalau didengarkan utuh lirik dan lagunya diproduksi ulang, Chocomelon memang paling berbeda akan tetapi kalau dilihat lebih seksama lagi, liriknya mungkin berbeda akan tetapi mempunyai kesamaan nada, Sehingga saya sampai pada satu kesimpulan bahwa lagu anak saat ini mengalami stagnasi di semua negara, karena dalam banyak channel ada juga yang berbahasa rusia maupun spanyol, semua punya nada dan cerita yang sama semisal lagu Old Mc Donald, begitu familiarnya lagu tersebut.

Iya mungkin lagu anak sudah sampai pada taraf darurat gak papalah kita masih bisa usaha, asal jangan PPKM Darurat