film

Nontonlah Tribangha ketika kamu akan memilih cerai dengan suamimu

Sebagai penikmat film, saya tergila-gila dengan film dengan plot yang serius dan sangat tidak suka dengan film yang alur ceritanya mudah terbaca bahkan di beberapa detik awal film itu mulai, untuk itu saya menemukan jenis film itu ada di beberapa film barat, film India dan Korea tentu saja.

Seperti review terakhir tentang salah satu film India The White Tiger, saya kali ini ingin mereview film India lagi yang sarat dengan makna kehidupan walaupun awal saya pengen melihat karena ada Kajol disana, iya dia adalah artis india idola sejak masa kecil, judul Filmnya adalah Tribangha.

Kehidupan pernikahan bagi seorang wanita memang tidak selalu mudah, setidaknya itu yang tergambar dalam kehidupan seorang Nayantara Apte (Nayan). Pekerjaannya seorang penulis memang melahirkan banyak penghargaan baginya dalam berbagai konferensi sastra, tapi tidak dengan kehidupan rumah tangganya, pernikahannya dengan Vinayak dengan tinggal di rumah mertua menjadikannya sebagai bahan gunjingan bagi mertuanya bahkan itu dilakukan didepan teman-temannya. Permintaan untuk hidup sendiri tidak dirumah mertua juga tidak diamini oleh suaminya karena dia adalah anak satu-satunya yang harus menjaga ibunya, pernikahan mereka pun tak terselamatkan. Nayan memilih keluar dari rumah mertuanya bersama dengan Anuradha (Anu) dan Robindro, anak mereka.

Dalam kehidupan dewasa anak-anak yang dibawanya pergi pun ternyata menimbulkan kebencian pada diri Nayan, Anu dan Robindro berseteru secara terus menerus dengan ibunya yang disebabkan oleh banyak hal, terutama pernikahan kedua ibu mereka yang ternyata juga menimbulkan malapetaka dan trauma besar bagi Anu sampai dia dewasa, karena perseteruan itulah yang akhirnya Robindro memilih menjadi seorang pendeta.

Kehidupan Anu yang berseteru dengan ibunya secara terus menerus sejak kecil membawanya juga pada kehidupan pernikahan yang tak biasa dengan seorang aktor Rusia, kehidupannya yang amburadul sebagai seorang artis pendatang baru dan kehidupan percintaannya akhirnya membawanya pada perceraian karena KDRT yang dilakukan oleh suaminya ketika mengandung Masha dan ternyata kehidupan perceraiannya juga membawa dampak buruk pada anaknya Masha dimasa mendatang.

Dalam film ini banyak sekali yang bisa diambil, tapi yang terbesar menurut saya adalah pilihan untuk bercerai karena pilihan logis dan egois itu sebagian besar akan menimbulkan dampak psikologis pada keturunan, pilihan Nayan untuk bercerai karena harus mengikuti jalan kehidupan pilihannya sebagai penulis ternyata memunculkan luka luar biasa kepada anaknya, apalagi ternyata suami keduanya meninggalkan luka trauma pada anak perempuannya.

Kehancuran rumah tangga nenek dan ibunya, juga menghantarkan Masha pada kesimpulan panjang bahwa dia tidak boleh kembali bercerai, apapun yang terjadi menjadikannya harus ikut pada kehidupan keluarga suaminya, bahkan ada satu adegan yang mengharuskannya memakai kerudung ketika di video call oleh mertuanya karena kehidupan keluarga suaminya disana perempuan harus memakai kerudung, pilihan Masha itu sempat menjadikan perdebatan dengan Anu akan tetapi pilihan Masha tetap bahwa dia ingin keluarganya normal lengkap dari suami, istri dan anak, cara itu dilakukan Masha juga untuk memutus amburadulnya kehidupan keluarganya dan menimbulkan dampak pada Neneknya Nayan, Ibunya Anu dan Dia sendiri.

Film ini sangat recomended ditonton oleh semua orang, tapi saya lebih suka merekomendasikan pada perempuan, karena kehidupan yang dialami oleh Nayan, Anu dan Masha itu adalah kehidupan sebagai besar wanita dan sosok Nayan dan Anu itu banyak dikehidupan nyata, berani memilih resiko untuk kenyamanan dibanding kehidupan pernikahan dan sosok seperti Masha pun sangat banyak kita jumpai dan film ini mengantar kita untuk merasionalisasi pilihan-pilihan perempuan tersebut.