film

The White Tiger, Jalan sukses kasta rendah India #Review Film

Jalan sukses manusia memang tidak bisa diketahui, yang kita bayangkan saat ini belum tentu seperti itu juga di masa depan, perjalanan hidup manusia tergantung bagaimana mereka berikhtiar dalam mewujudkannya, begitu pula dengan kisah Balram dalam film The White Tiger, yang disadur berdasarkan kisah nyata di India.

Balram yang berasal dari kasta terendah di Laxmangarh, yang masuk dalam daerah bagian Rajasthan, hidup dengan keluarga besar dengan penentu kebijakan rumah tangga keseluruhan adalah neneknya, menentukan siapa nikah siapa, dalam keluarga melakukan apa sampai saudara Balram sudah harus menjadi pemecah arang di salah satu warung kopi.

Walaupun lahir dari kasta terendah, Balram sosok istimewa dikala semua sebayanya tak mampu membaca dengan baik, Balram hadir mampu membaca yang berbuah dari kegemarannya membaca apapun ketika anggota keluarganya tidur dengan bantuan lampu kecil, oleh pihak sekolah dia dijuluki The White Tiger karena menjadi sosok yang istimewa selayaknya Harimau putih hanya mucul sekali dalam satu generasi keluarganya.

Kegemarannya membaca seharusnya mengantarkan Balram akan mendapatkan beasiswa ke Delhi yang dicanangkan oleh salah seorang politisi yang juga berasal dari orang miskin dan sukses, akan tetapi nasib ternyata berkata lain, kematian ayahnya membuat kondisi ekonomi keluarganya menjadi tambah buruk dan mengantarkan Balram akhirnya menjadi pekerja sebuah warung kopi hingga dewasa. Hingga akhirnya nasib mengantarkan dia bertemu dengan Ashok, putra bungsu tuan tanah desanya yang datang setiap bulan untuk menagih uang sewa tanahnya, saat pertama kali melihat Ashok pun Balram sudah bergumam ” Orang ini akan menjadi tuannya”, Akhirnya kisah luar biasa Balram dimulai dengan menjadi supir keluarga Ashok.

Kalau pernah melihat film Korea yang berjudul Parasite, garis besar perjuangan Balram mirip seperti itu walaupun hanya berkisah antara Balram dengan Ashok, Bagaiman dia mampu menyingkirkan supir pertama keluarga Ashok aga dia mampu menduduki posisi supir pertama keluarga, jahat dan licik jalan yang dipilih oleh Balram.

Film ini bergenre drama thriller, dengan kisaran waktu nonton selama 2 jam lebih untuk menyelesaikannya dan harus sabar untuk menunggu adegan menariknya, walaupun sepanjang film memang semacam Balram bercerita mulai dari kecil dan alasannya mengapa melakukan hal tersebut.

Dalam film ini juga menggambarkan dengan jelas jauhnya perbedaan antara orang miskin dan kaya di India, kemiskinannya dipotret dengan sangat baik dalam beberapa adegan bagaimana orang miskin terlantar dijalanan kota Delhi sementara orang kaya bebasnya berpesta dan berkendara tanpa memikirkan orang sekitarnya, yang lebih menarik lagi bagaimana kemiskinan dan kerasnya hidup diceritakan dalam kacamatan dunia supir pribadi keluarga kaya yang juga merupakan profesi Balram dan tentu saja bagaimana perang antar sesama supir keluarga.

Salah satu ciri film yang menarik menurut saya adalah kita tidak bisa menebak jalan cerita sebuah film, bahkan lebih baik lagi jika yang terjadi sepanjang film berbeda jauh dengan akhir filmnya, dan kisah film ini memang tidak tertebak bahkan ketika Ashok sang putra bungsu kaya dengan senang menerima Balram sebagai seorang supir saya berpikir akan mudah jalan cerita si Balram kedepannnya, ternyata tidak juga apalagi melihat akhirnya, sangat sangat tidak tertebak.

Film ini saya beri nilai 8.5 secara keseluruhan, akting Adarsh Gourav sebagai Balram sangat bagus disini, bahkan sekelas Priyanka Chopra dan Rajkummar Rao tertutup disini walaupun secara umum cerita ini berjalan antara 3 mereka saja, dan setelah 3 Idiot film India inilah yang terbaik.

Jadi susah nonton?